7355df85c016b02c18b6a3efd44184087b3485d2

Panduan Pilih Ponsel Lokal ~ Gadget Review UA-36127192-1
Get Paid To Promote, Get Paid To Popup, Get Paid Display Banner

Jumat, 17 Mei 2013

Panduan Pilih Ponsel Lokal

    ADA begitu banyak merek ponsel lokal. Merek-merek ponsel baru pun terus bermunculan, hingga saat ini tercatat lebih dari 160 merek ponsel lokal di Indonesia! Banyaknya tawaran tentu menguntungkan buat konsumen, tapi disisi lain juga berdampak pada bingungnya konsumen dalam memilih yang tepat. Maklum antar ponsel merek lokal punya fitur yang satu sama lain begitu mirip. Misalnya dual on dan TV tuner. Berikut cara memilih ponsel lokal.

1. Tersedianya service center
    Ini adalah seleksi awal untuk mengetahui kualitas dan tanggungjawab vendor lokal. Tersedianya jaringan service center yang jelas dan memadai adalah kewajiban yang harus dipenuhi oleh vendor. Ada baiknya periksa list alamat service center yang dimiliki, pastikan ada service center di kota tempat Anda tinggal. Bila terjadi kerusakan setidaknya Anda tak terlalu sulit untuk pergi ke service center.

2. Pilih merek yang sudah dikenal
    Kekuatan merek tentu dihasilkan dari proses dan pembuktian, dan merek ponsel lokal yang sudah dikenal luas tentu karena kualitasnya setelah banyak digunakan orang.

3. Jadilah yang kedua, jangan yang pertama
    Bila orang berebut untuk jadi yang pertama untuk memiliki iPhone 4S atau BlackBerry Dakota, maka kebalikannya untuk ponsel merek lokal. Jadilah pembeli kedua, maksudnya jangan buru-buru beli bila ada penawaran dari fitur yang menarik, apalagi harga miring. Cobalah untuk jadi yang kedua, atau silahkan beli setelah ada di pasar selama beberapa waktu, dengan demikian bisa membaca review tentang keunggulan dan kekurangan dari produk tersebut.

4. Pilih ponsel sudah di bundling
    Ini tentu tidak wajib, tapi dengan memilih produk yang sudah di-bundling oleh operator, rata-rata mempunyai kualitas yang lebih baik. Operator tentu tak sembarangan memilih mitra bundling, operator biasanya sudah mengukur kualitas dari ponsel yang akan di-bundling.

5. Cek Keabsahan
    Cek apakah produk sudah memiliki sertifikasi dari Ditjen Postel. Dengan adanya sertifikasi tersebut, setidaknya segi keamanan penggunaan produk sudah disahkan pemerintah. Biasanya pada penampang SIM card terdapat stiker Ditjen Postel berikut seri paten yang terdaftar. Bahkan stiker Ditjen Postel juga ditempelkan pada dus, berdekatan dengan stiker IMEI. Bila tak ada sertifikasi, barang tersebut adalah BM (black market).

6. Rajin-rajinlah menelusuri review tentang produk-produk tersebut, bila lewat forum, blog, atau membaca di media cetak. Dengan begitu Anda akan mendapatkan gambaran tuntas tentang hape yang mau dibeli.

7. Bila semua tips diatas sudah Anda perhatikan, tahap selanjutnya tinggal pilah berdasarkan harga. (*)

Sumber : Tabloid HandPhone

0 komentar:

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Facebook Themes