7355df85c016b02c18b6a3efd44184087b3485d2

Z10, Harapan Baru BlackBerry ~ Gadget Review UA-36127192-1
Get Paid To Promote, Get Paid To Popup, Get Paid Display Banner

Jumat, 08 Februari 2013

Z10, Harapan Baru BlackBerry

    KONDISI BlackBerry saat ini memang lagi terpuruk karena disalip Apple dan Android. Satu-satunya cara mengembalikan kejayaan adalah BlackBerry harus berubah dan mengeluarkan inovasi terbaik.  BlackBerry menyadari hal ini dan coba melakukan penyegaran serta inovasi. Platform BlackBerry 10 merupakan produk pertaruhan sang vendor asal Kanada. Jika gagal, bukan tidak mungkin kondisi bisnis BlackBerry akan semakin terpental.
    BlackBerry Z10 menjadi handset pertama yang dibenamkan sistem operasi BlackBerry 10. Memang, ada satu produk lagi yang telah mereka pamerkan. Yakni Q10, namun sepertinya masih satu hingga dua bulan lagi untuk melihatnya di pasaran.
    Artinya, kesan pertama yang bakal muncul dari user tergantung performa Z10. Bisa dibilang, perangkat berlayar 4,2 inci ini memiliki tugas berat untuk menaklukkan hati penggila gadget. BlackBerry tentu akan habis-habisan menyokong handset BlackBerry 10. Di sinilah mereka bakal mempertaruhkan segalanya sekaligus untuk keluar dari tekanan deretan produk Android dan iOS.
    BlackBerry Z10 tampil dengan form factor full layar sentuh. Artinya, berbeda dengan handset BlackBerry pada umumnya yang populer dengan desain keyboard qwerty. Desain yang diusung Z10 cukup elegan. Layarnya yang selebar 4,2 inci terasa pas, tak terlalu besar atau terlalu kecil. Termasuk saat dipegang, begitu mantab dalam genggaman. Hanya mungkin lebih berbobot jika dibandingkan dengan iPhone 5.
    Layar Z10 memiliki kemampuan 4 point multi touch IPS LCD display dengan resolusi 1280x768 serta 356 ppi. Meterial yang digunakan untuk menutup cover bagian belakang memang plastik. Namun lapisan luarnya menutupi bagian punggung sudah dilapisi material lain. Sehingga terasa empuk dan memiliki gradasi yang membuatnya jadi lebih bervariasi.
    Gradasi dan bahan tambahan yang dipilih tersebut cukup tepat untuk membuatnya jadi lebih keset (tidak licin) saat dipegang atau ketika ditaruh di meja atau tempat lainnya.  Bagian punggung handset juga menjadi tempat untuk menyimpan kamera 8 megapixel yang sudah dilengkapi autofokus, LED flash, 5x digital zoom, serta 1080p HD video recording. Sementara di bagian depan, kamera yang dilekatkan cukup 2 MP, 3x digital zoom, dan 720p video recording.
    Jangan lupakan pula logo BlackBerry di bagian belakang ponsel seberat 135,4 gram ini yang sengaja ditampilkan lebih besar ketimbang seri-seri sebelumnya. Tidak ada satupun tombol fisik di tampilan depan Z10, di sini cuma ada kamera, speaker, lampu LED, dan logo BlackBerry. Tombol fisik hanya dilekatkan di bagian samping kanan untuk volume dan mute (tekan dan tahan untuk voice control), serta on-off/lock di sisi atas yang bersebelahan dengan colokan audio jack.
    Z10 hadir dengan cita rasa baru dalam diri OS BlackBerry 10. Simpan jauh-jauh kenangan Anda terkait OS BB 7, 6, atau seri di bawahnya. Sebab BlackBerry 10 cukup berbeda dari OS-OS BlackBerry sebelumnya.
    Jelas secara tampilan, BlackBerry 10 menawarkan sesuatu yang segar. Hal itu bisa dirasakan saat Anda membuka kunci (unlock) ponsel ini untuk pertama kali. Yang tidak lagi dilakukan dengan cara manual (tekan tombol lock-unlock di sisi atas), melainkan disebut sebagai BlackBerry Flow.
    Caranya adalah sapukan jari Anda dari bagian bawah layar Z10 ke atas layar. Nanti akan terlihat cara membuka layar (unlock) yang cukup keren ala BlackBerry 10.  Gerakan ini juga dapat digunakan ketika Anda ingin keluar dari suatu aplikasi. Sementara gerakan sebaliknya, sapuan dari sisi atas layar ke bawah akan membuka fitur setting, koneksi WiFi, bluetooth, alarm, dan lainnya.
    Meski memiliki wajah baru, namun user interface BlackBerry 10 dapat dengan mudah dipelajari. Untuk melihat seluruh menu, tinggal sapukan jemari di layar ke arah kanan. Sementara jika disapu ke kiri layar (dari layar utama) akan muncul BlackBerry Hub. Apa itu fitur BlackBerry Hub? Nanti akan ada bahasan khusus untuk hal ini.
    Jika dulu default OS BlackBerry ada beberapa aplikasi yang dimasukkan dalam satu folder -- misalnya media, aplikasi atau instant messaging -- maka di BlackBerry 10 tidak ada lagi folder untuk pengkategorian seperti itu. Semuanya secara default dikeluarkan di daftar menu.
    Selain itu, juga ada perubahan dari aplikasi default yang ditawarkan. Seperti tidak ada lagi ditemui aplikasi 'memo', sebagai gantinya ada 'Docs To Go' untuk membuat catatan. Aplikasi anyar lainnya adalah BlackBerry Remember, Story Maker dan lainnya.
    Intinya, BlackBerry 10 menawarkan sesuatu yang menyegarkan dan cukup menarik untuk ditelusuri lebih jauh. Lantaran memiliki cita rasa berbeda ketimbang para pendahulunya. Mengusung OS baru, tentu saja Z10 hadir dengan berbagai fitur tergress. Beberapa di antaranya pun menjadi bahan promosi CEO BlackBerry Thorsten Heins saat memperkenalkan BlackBerry 10 untuk pertama kali
    Salah satunya adalah BlackBerry Hub. Ini bisa dibilang sebagai pusat kontrol berbagai notifikasi dan update yang masuk. Mulai dari BlackBerry Messenger (BBM), SMS, email, Facebook, Twitter, LinkedIn, sampai rekam jejak panggilan.
    Tujuan BlackBerry Hub adalah untuk memudahkan pengguna dalam mengecek dan mengelola arus informasi yang masuk ke akun email, media sosial, dan telepon mereka dalam satu layar. Jadi pengguna tidak perlu direpotkan untuk berpindah ke berbagai aplikasi untuk mengecek sejumlah notifikasi (email, SMS, pesan, update, dll) atau mengeksplorasi lebih jauh, cukup lewat BlackBerry Hub.
    Cara pengoperasiannya pun mudah. Ketika user menginput suatu akun (email atau media sosial) maka secara otomatis akan terdaftar di BlackBerry Hub.  Sementara untuk mengaksesnya, seperti yang telah disebutkan di awal, cukup menggeser layar ke kiri dari menu utama. Ada pula BlackBerry Balance. Ini merupakan fitur yang dihadirkan BlackBerry bagi pengguna yang ingin memisahkan urusan kantor dan personal.  Mulai dari aplikasi apa saja yang bisa di diakses di setiap mode tersebut (kantor atau personal), akses yang diperbolehkan, hingga file yang disimpan.
    Seperti diketahui, BlackBerry pada awalnya dikenal sebagai ponsel untuk orang kantoran (enterprise). Namun bukan berarti perangkat ini tak bisa untuk diandalkan untuk kesenangan pribadi. (*)


Story Maker
    Story Maker merupakan salah satu aplikasi anyar nan menarik yang patut dicoba di BlackBerry 10. Sesuai namanya, aplikasi ini terkait dengan pembuatan suatu cerita. Lebih tepatnya adalah memadukan koleksi foto atau video yang dimiliki dan diiringi dengan alunan lagu sehingga dapat merajut suatu kisah menarik dalam bentuk video.
    Caranya adalah setelah masuk ke menu Story Maker, Anda pertama-tama harus memiliki koleksi foto atau video apa saja yang ingin diinput. Bebas tak ada batasan jumlah, namun tentunya jika terlalu banyak juga malah akan jadi kurang bagus.
    Selanjutnya klik 'next' dan memilih musik pengiring. Di sini, Anda juga dipersilakan untuk menuliskan judul dan kredit dari 'kisah' yang tengah dibuat, yang nantinya akan terpampang saat pertama kali video tersebut diputar.
    Dan voila... 'story' Anda telah selesai dan bisa dilihat hasilnya. Jika kurang puas, Anda bisa mengeditnya dengan mengubah posisi file (musik dan video) atau memolesnya dengan beberapa filter yang telah disediakan.
    Ada pilihan filter chromaic, bleach bypass, black and white, vintage, retrospect, simplicity yang dapat membuat hasil karya Anda menjadi lebih artistik. Jika sudah selesai, maka file tersebut akan otomatis tersimpan (save) dalam format video.
    Dengan format full touch screen, maka Z10 memiliki akses keyboard virtual. Secara tampilan, keyboard virtual tersebut memang terkesan kaku. Namun ternyata sangat mudah diakses.  Selain tersedia fitur voice dictation, keyboard virtual di Z10 juga memiliki semacam fitur 'peramal kata'. Inilah yang paling menarik, ketika Anda coba mengetik satu huruf maka keyboard tersebut akan coba meramalkan kata yang kira-kira kita kehendaki.
    Dan kemampuan ini bersinergi dengan fitur language dictation. Jadi ia juga dapat melakukan peramalan berdasarkan suatu bahasa yang kita kehendaki. Jadi sebelumnya di menu setting, user memilih dulu bahasa apa yang ingin digunakan. Maksimal memilih tiga pilihan bahasa, dan untungnya bahasa Indonesia ada di daftar tersebut.
    Pihak BlackBerry mengklaim, kata-kata yang muncul itu akan disesuaikan dengan kata-kata yang biasa kita ketik. Dan kata yang muncul tidak selalu baku, kalau misalkan kita sering mengetik kata 'enggak' atau 'aduh', maka akan ada kemungkinan kata-kata tersebut yang sering muncul setiap kita mulai mengetik huruf 'e' untuk 'enggak' dan 'a' untuk 'aduh'.
    Intinya, fitur ini terus mempelajari kata-kata yang sering digunakan user untuk kemudian dijadikan bahan rekomendasi saat melakukan pengetikan. Untuk memilih kata-kata yang direkomendasikan ke body teks pun cukup menarik. Tinggal men-swipe atau menyapunya ke bagian atas.
    Sementara untuk urusan kamera, BlackBerry Z10 dibenamkan 8 MP di bagian belakang yang sudah dilengkapi autofokus, LED flash, 5x digital zoom, serta 1080p HD video recording. Di bagian depan, kamera yang dilekatkan cukup 2 MP, 3x digital zoom, dan 720p video recording.
    Untuk ukuran pixel memang standar untuk kalangan ponsel kelas atas. Namun ia memiliki fitur unik bernama time shift. Fitur ini bisa dibilang sebagai 'mesin waktu'. Cara kerjanya adalah, ketika mengambil gambar dengan mode time shift, selanjutnya hasil jepretan akan mendeteksi wajah pengguna.
    Jika hasilnya atau ekspresi wajah tersebut tidak sesuai harapan -- seperti sedang merem, atau sedang posisi kurang bagus lainnya -- maka fitur time shift akan memberikan rekomendasi ekspresi lain yang telah direkamnya sepersekian mili detik sesaat sebelum dan sesudah obyek tersebut direkam.
    Tinggal putar fitur time shift-nya, maka Anda akan melihat beberapa ekspresi lainnya dari wajah yang telah dipotret. Dan fitur ini bisa diterapkan di lebih dari satu wajah dalam satu frame. Cobalah, dijamin menarik!
    Selain time shift, fitur kamera BlackBerry 10 juga menyajikan sejumlah filter dengan mode lomo, antique, sepia, whiteboard, negative, watercolor, sketch, hingga black & white. Termasuk fitur standar lainnya seperti pengaturan contrast, sharpness, saturation, noise reduction serta berbagai gaya pengeditan lainnya. Namun sayang, ketika dijajal dalam kondisi gelap, kamera di Z10 kurang memiliki performa ciamik. (*)


BlackBerry Messenger
    Upgrade fitur juga muncul di fasilitas BlackBerry Messenger (BBM). Layanan instant messaging ini tak lagi tampil gitu-gitu saja. Dimana BlackBerry telah memberikan sentuhan baru pada BBM di BlackBerry 10.
    Tentunya upgrade BBM ini tak sekadar dari segi tampilan, melainkan dari sisi kebolehan yang pastinya jadi lebih canggih. Salah satu fitur yang dipuja CEO BlackBerry Thorsten Heins adalah kemampuan video chat yang bisa dilakukan via BBM.
    Tinggal pilih kontak yang ingin diajak ngobrol, dan dalam seketika kalian sudah bisa melihat wajahnya di layar BlackBerry. Fitur video chat ini bisa dilakukan lewat akses WiFi ataupun jaringan operator.  Tentunya kecepatan akses data sangat berpengaruh terhadap kelancaran video chat yang dilakukan pengguna. Kalau internetnya lelet, tetap saja percuma meski handset BlackBerry-nya keluaran terbaru.
    Terlepas dari itu, tetap saja fitur ini patut diapresiasi. Setelah sebelumnya muncul fitur BBM Voice untuk telepon-teleponan antar pengguna BlackBerry. Namun layanan ini hanya bisa dilakukan via akses WiFi.  Kembali ke BBM di BlackBerry 10, setelah video chat, fitur lain yang juga cukup menarik adalah Screen Share. Pada fitur ini, dua pengguna BBM BlackBerry 10 bisa saling sharing tampilan BlackBerry mereka.
    Dan itu bisa dikendalikan dari seorang pengguna. Jadi jika si A ingin melakukan Screen Share ke si B, maka si A diberikan akses untuk mengendalikan tampilan layar di perangkat si B. Otomatis, tanpa perlu dinavigasi, selanjutnya tampilan screen di BlackBerry si B akan berjalan sesuai keinginan si A dengan dikendalikan dari perangkat BlackBerrynya .
    BlackBerry 10 'lahir' tak sendiri, tapi dengan sokongan lebih dari 70 ribu aplikasi. Artinya, pilihan aplikasi di BlackBerry Z10 dan handlset BlackBerry 10 lainnya cukup melimpah. Martin Mallick, Vice President of Alliance & Business Development BlackBerry menyatakan, meski saat ini sudah menyentuh angka lebih dari 70 ribu aplikasi, para pengembang tak lantas berhenti menelurkan berbagai aplikasi menarik untuk BlackBerry 10.
    Martin pun memamerkan diri bahwa sejumlah aplikasi populer telah menyatakan dukungannya terhadap BlackBerry 10. Mulai dari Skype, WhatsApp, Kindle, SAP, hingga Angry Birds dipastikan akan hadir di BlackBerry 10.
    BlackBerry berharap pasar aplikasi miliknya -- BlackBerry World -- bisa menjadi one stop shop. Sebab, di app market tak cuma tersedia aplikasi mobile. Namun juga ada game, video, dan lagu.  Bagi Anda yang sering mengatakan handset BlackBerry lemot, basi, hingga tak ada inovasi, sebaiknya coba merasakan langsung BlackBerry 10, khususnya seri Z10.
    Perangkat ini memiliki gaya, fitur dan kemampuan yang cukup berbeda dibanding para pendahulunya. BlackBerry Z10 tampil elegan dari segi desain dan menarik untuk urusan kemampuan.  Tinggal menunggu berapa harga jual resmi yang dibanderol BlackBerry. Jika terlalu mahal, tentu akan membuat calon pembeli kecut.
    Kesimpulan apakah Z10 lebih baik ketimbang smartphone Android papan atas atau iPhone 5, itu dikembalikan lagi kepada masing- masing pribadi. Sulit menarik keputusan bulat, karena selera tiap orang berbeda. (*)

Spesifikasi BlackBerry Z10:
- Ukuran: 130mm x 65.6mm x 9mm
- Display: 4.2", four-point multitouch LCD display, 1280 x 768
  resolution at 356dpi, touch on lens
- Software: BlackBerry 10 OS
- Memori: 2GB RAM, 16GB Flash, hot-swappable Micro SD slot (up to 32GB)
- Processor: Dual core 1.5 GHz
- Talk time: Up to 10 hours on 3G
- Standby time: Up to 305 hours on 3G, up to 316 hours on 2G
- Audio playback: Up to 60 hours
- Video playback: Up to 11 hours
- Camera: 8MP rear-facing camera, autofocus, 5x digital zoom, 1080p
  HD video recording, 2MP front-facing camera, 3x digital zoom,  720p HD video recording
- GPS: Assisted, autonomous, and simultaneous
- Bluetooth 4.0 low energy
- WiFi: 802.11 a/b/g/n enabled, 4G mobile hotspot
- Advanced sensors: Assisted, autonomous and simultaneous GPS accelerometer, magnetometer, proximity,
   gyroscope, ambient light sensor

Sumber: detikcom
Foto:  blogs.blackberry.com

0 komentar:

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Facebook Themes