7355df85c016b02c18b6a3efd44184087b3485d2

Gadget Review UA-36127192-1
Get Paid To Promote, Get Paid To Popup, Get Paid Display Banner

Selasa, 12 Februari 2013

Olympus Stylus XZ-10, Kamera Digital Nan Kompak


    TREN perkembangan positif terhadap keberadaan kamera digital prosumer membuat Olympus berinisiatif menggulirkan kembali model terbarunya yaitu Olympus Stylus XZ-10. Kamera ini disebut sebagai pengganti model XZ-2 yang pernah dirilis September tahun lalu. Olympus Stylus XZ-10 ini tetap didukung dengan desain yang sama solid dan ukurannya 40 persen lebih kecil.
    Model kamera terbaru ini dilengkapi dengan jangkauan lensa yang lebih tinggi dan ada tambahan fungsi Phonto Story terbaru. Seperti halnya model terdahulu yaitu XZ-1 dan XZ-2, kamera terbaru ini juga telah dibekali dengan fitur Control Ring yang dapat disesuaikan memungkinkan pengguna untuk menyesuaikan pengaturan kamera dan fungsi dengan mudah dalam berbagai modus yang ada.
    Olympus Stylus XZ-10 ini dilengkapi dengan keberadaan fitur teknologi IHS dan sistem FAST AF. Selain dibekali lensa iZUIKO 5x Zoom 26mm-130mm f/1.8-2.5, kamera ini juga telah dilengkapi dengan sensor image CMOS penerang berkemampuan 12 Megapixel dan processor image TruePic VI  PEN-class yang menawarkan kecerdasan, sensitivitas tinggi, dan kinerja berkecepatan tinggi.
    Keberadaan sensor-shift, penstabil image ganda digital dan ISO 6400 di dalamnya, dapat digunakan untuk mengurangi gambar kabur dan penstabil film Multi Motion. Modus pemotretan Handheld Night sangat ideal untuk mengcapture target pada malam hari, mode High-Speed Movie digunakan untuk mempercepat gerakan pada film, sedangkan mode Super Macro untuk memotret minimal dari jarak 1cm.
    Penambahan fitur Photo Story pada perangkat, memungkinkan pengguna untuk mengekspresikan diri dengan mengcapture berbagai adegan dari sudut pandang ganda dan mengkombinasikannya ke dalam sebuah gambar tunggal. Kamera digital terbaru ini juga memiliki 11 Art Filter dan 5 Art Effect.
    Selain mode iAUTO dengan 29 adegan, kamera ini juga menyediakan mode PASM untuk pengguna tingkat lanjut. Olympus Stylus XZ-10 ini mampu melakukan perekaman video Full HD 1080p berkecepatan 30fps dengan suara stereo dan menyediakan HDMI output. Untuk pengoperasian dan fokus sentuhan yang lebih mudah, pengguna dapat menggunakan panel layar sentuh berukuran 3 inci yang ada.
    Model seri Stylus terbaru ini ternyata dapat digunakan dengan kartu Toshiba FlashAir untuk berbagi foto secara nirkabel dengan smartphone menggunakan aplikasi IO.Share. Di lain pihak, kamera ini juga menambahkan pegangan tetap untuk memegang perangkat lebih baik.
    Mengenai ketersediaan sendiri, Olympus Stylus XZ-10 ini rencananya baru akan dirilis pada akhir Februari mendatang. Sedangkan beberapa warna pilihan yang ditawarkan diantaranya warna hitam, coklat dan putih. (*)

Sumber: beritateknologi
Foto:  facebook.com

Senin, 11 Februari 2013

Sony Xperia V, Si Cerdas Berkualitas

    JIKA ingin memiliki ponsel cerdas berkualitas, maka Sony adalah satu ponsel yang mengusung kriteria itu. Produk-rpoduk buatan Jepang ini biasanya diberi embel-embel ketangguhan fisik, khususnya pada seri Xperia.
    Pada seri terdahulu, Sony memberi kelebihan pada seri Xperia. Ada ponsel yang tahan terhadap air seperti Xperia Ion. Ada pula yang sudah dilengkapi teknologi jaringan Long Term Evolution (LTE).  Namun, apabila tertarik pada teknologi LTE sekaligus ingin memiliki ponsel tahan air, maka Sony Xperia V dapat dijadikan pilihan. "Katanya sih anti air, lihat di kardusnya, ada tulisannya kan," kata Manajer Gadgetmart, Linawati Seho sambil menunjukkan kardusnya.
    Dilihat fisiknya, ponsel ini tergolong tipis. Dimensinya cuma  129 x 65 x 10,7 milimeter. Adpaun bobotnya hanya 120 gram. "Sangat tipis bukan," ucap Lina.
    Smartphone ini didukung prosesor dual core 1,5 GHz dan RAM 1 GB. Adapun memory internal bisa mencapai 8 GB serta dilengkapi dengan teknologi mobile BRAVIA Engine 2.   Selain itu, Sony Xperia V dibekali layar sentuh berteknologi Reality Display. Ukuran layar sebesar 4,3 inci dengan resolusi 1280 x 720 pixel.
    Menurut Lina, ponsel ini dilengkapi sistem operasi Android 4.0 Ice Cream Sanwich dari Google. "Sistem operasi ini sudah ada di dalamnya tanpa harus menginstal lagi," tambahnya.
    Perpaduan antara sistem operasi Android ICS dan kejernihan layar serta ketajaman kamera menjadikan ponsel ini layak untuk dipakai karena berkesan sangat berkelas.  Apalagi, ponsel ini didukung kamera utama dengan resolusi 13 Megapixel untuk bekalang dan 0,3 Megapiksel untuk kamera depan. Resolusi tinggi untuk fitur kamera memang sudah jadi trade mark Sony, bahkan sejak masih bergabung dengan Ericsson. Demikian pula untuk fitur hiburan seperti mendengarkan musik, ponsel ini sudah dilengkapi pemutari MP3/MP5 sertaq FM radio.
     Untuk menjalankan semua fitur tersebut, Sony Xperia V didukung baterai dengan kapasitas 1.750 mAh. Sony Mobile menyediakan tiga pilihan warna, yakni hitam, putih dan merah muda. Namun, baru tersedia warna hitam di Gadgetmart.
    Bagi mereka yang tertarik memiliki ponsel pintar berkualitas tinggi ini, maka harus merogoh kocek cukup dalam. Pasalnya, Xperia V dibanderol cukup mahal di Gadgetmart, yakni Rp 5.220.000. "Tapi, seperti biasa, aplikasi tambahan sudah kami isikan," ucap Lina berpromosi. (*)


Spesifikasi Sony Xperia V:
- Dimensi: 129 X 65X10.77 mm
- Bobot: 120 gram
- RAM 1 GB
- Memory internal: 8 GB
- Sistem operasi: Android 4.0
- Layar: 4,3 inci, resolusi: 720 x 1280 Pixel
- Kamera utama: 13 MP dan kamera depan 0.3 MP
- FM Radio dengan RDS
- Baterai: 1750 mAh

Sumber: metro banjar
Foto: congkel.com

Minggu, 10 Februari 2013

IMO Tab Y-One Desain Sangat Keren

    NAMA IMO Tab Y-One mungkin maish terasa asing di telinga pecinta gadget Tanah Air. Produk ini memiliki fitur yang cukup lengkap dan harga tidak begitu mahal. IMO Tab Y-One merupakan tablet PC ukuran layar 7 inci, resolusi 480 x 800 piksel dan berdimensi 200 x 121 x 11,7 inci. Tablet produksi lokal ini didesain dengan sangat keren yang memberikan kesan elegan, mode minimalis.    
    Tablet ini mengusung sistem operasi Android Ice Cream Sandwich v4.0.3. Seperti produk Android lokal lainnya, antarmuka yang dibawa khas ICS dengan kustomisasi.  Ditenagai dengan prosesor yang memiliki kecepatan hingga 1 Ghz yaitu Chipset MTK 6515 ARMv7 serta dukungan RAM sebesar 512 MB. Tablet ini merupakan tablet auto rotate. Seperti tablet lainnya, produk ini memiliki memory eksternal sebesar 32 GB. "Dengan memori internal sebanyak itu, bisa menyimpan apa pun di dalamnya," ucap SPG Gadgetmart, Dina.
    Namun, perbedaan dengan tablet-tablet keluaran lokal lainnya, tablet ini layarnya sudah dijejali multi capacitive. "Kalo tablet lainnya harus pencet lebih lama," ujar Manajer Gadgetmart Lina Susanti.
    Fitur lainnya adalah dilengkapi dengan WiFi dan dual SIM GSM. Kedua slot SMI Card bisa digunakan secara bersamaan alias bisan online keduanya. Dilengkapi pula dengan bluetooth untuk mengirim file.  Adapun fungsi telefoni seperti telepon dan SMS tidak jadi soal. Tapi sayangnya IMO Tab Y-One belum dilengkapi jaringan konektivitas 3G. Akses internet menggunakan  GSM 850/900/1800/1900.
    Seperti produk lokale lain, tablet ini dilengkapi dengan analog TV. Ada pula fasilitas chat, email, Facebook dan Twitter. "Jadi, penggemar twitter bisa ngetweet sepuasnya," tambah Lina. Tak ketinggalan tablet ini dilengkapi dengan kamera. Kamera yang tersedia adalah resolusi 3 MP untuk kamera belakang dan 1,3 MP untuk kamera depan.
    Tablet ini sangat cocok untuk digunakan bagi mereka yang ingin memiliki perangkat tablet murah. Di Banjarmasin, dibandrol dengan harga 1.045.000 rupiah. Tersedia dalam dua warna netral, yakni hitam dan putih. (*)

Spesifikasi IMO Tab Y-One:
- General Network GSM 850/900/1800/1900
- Dual SIM GSM SIM 1 & SIM 2
- Sistem Operasi: Android v4.0 (Ice Cream Sandwich)
- SMS dan call
- Tv analog- Layar Tipe TFT Capacitive Touchscreen, Ukuran: 7.0
  inci, 480 x  800 pixel
- Dimensi: 200 x 121 x 11,7 mm
- Memory Internal: 512 MB RAM, 512 ROM EksternalSlot Micro SD Card
  Up To 32 GB
- WLAN WiFi 802.11 a/b/g/n
- Bluetooth
- Kamera utama: 3 MP, Kamera sekunder: 1,3 MP
- Baterai: Tipe standard battery, Li-Ion 3.000 mAh


Sumber: metro banjar
Foto: situsgadget.com

Jumat, 08 Februari 2013

Cross V6, Sentuh dan Pencet

    FITUR tv tunner seakan sudah jadi trand mark ponsel lokal. Hampir semua merek menyematkan fitur ini. Tak terkecuali Cross. Salah satu produk terbarunya adalah Cross V6.  Ponsel candybar ini berdimensi mini tapi terkesan elegan. Meskipun ukurannya kecil, ponsel ini juga sudah dibekali kemampuan touch screen. Tapi, bari penyuka keypad atau keyboard, juga disetiakan tombol-tombol navigasinya. "Pokoknya bisa sentuh dan pencet-pencet," ucap SPG Gadgetmart, Wiwid.
    Cross V6 merupakan handphone yang dilengkapi fitur tv analog terbaru. Memang belum bisa memakai tv online. Tapi tidak kalah mengasyikan, karena bisa menonton tv dimana pun berada.  Disediakan layar ukuran 2,4 inci Q VGA dan LCD dengan resolusi 240 X 340 pixel. Jika digunakan untuk menonton program teveisi tidak mengecewakan.
    Adapun bagi penyuka foto, Cross V6 menyediakan kamera resolusi 1,3 MP. "Sekelas handphone Cina lain, bagus lah," tambah wiwid seraya menambahkan, Cross V6 baru sekitar seminggu dipasarkan di Kota Banjarmasin.
    Untuk fitur hiburan. Cross V6 menempatkan tombol pintas untuk memutar musik secara langsung di sisi depan. Jadi bisa mendengarkan MP3/MP4, FM Radio maupun menonton video recording. Penyuka chatting juga dimanjakan oleh handphone jenis ini. Terdapat E-Buddy, softwer chatting untuk para pecandu Facebook. Bisa browsing dan menyalakan sosial network dimana pun berada. "Cocok untuk penggila dunia maya, "kata Wiwid.
    Cross V6 juga mengusung dual SIM Card GSM. Untuk berkirim file, tetap bisa menggunkan blutooth A2DP. Keunggulan lainnya adalah bisa dijadikan modem. Selain itu karakter SMSa ekstra panjang. Memory eksternal sampai 2 GB dan untuk memory buku telepon sebanyak 500 nomor serta 200 SMS.
    Harganya tergolong murah meriah. Hanya perlu merogoh kocek sebesar 200.000 rupiah. "Kurang apa lagi coba?" tutup wiwid. (*)


Spesifikasi Cross V6:
- Layar: 2.4 inci QVGA LCD 240x320 Pixels Touchscreen
- Kamera belakang 1,3 MP
- E-Buddy Chatting
- Browsing & Social Network
- TV Analog free
- Mampu memutar format MP3/MP4/3GP
- FM RADIO
- Sound/Video Recording
- USB/GPRS/MMS/WAP
- Modem, Webcam
- Bluetooth A2DP
- Smart Chat SMS
- Karakter SMS Extra panjang
- Phonebook 500, SMS 200
- Alarm, Calendar, Calculator, Ebook
- Metal casing
- Support Charger, USB & Battrey
- Warna hitam, merah, biru putih, abu-abu, merah muda

Sumber: metro banjar
Foto:

Z10, Harapan Baru BlackBerry

    KONDISI BlackBerry saat ini memang lagi terpuruk karena disalip Apple dan Android. Satu-satunya cara mengembalikan kejayaan adalah BlackBerry harus berubah dan mengeluarkan inovasi terbaik.  BlackBerry menyadari hal ini dan coba melakukan penyegaran serta inovasi. Platform BlackBerry 10 merupakan produk pertaruhan sang vendor asal Kanada. Jika gagal, bukan tidak mungkin kondisi bisnis BlackBerry akan semakin terpental.
    BlackBerry Z10 menjadi handset pertama yang dibenamkan sistem operasi BlackBerry 10. Memang, ada satu produk lagi yang telah mereka pamerkan. Yakni Q10, namun sepertinya masih satu hingga dua bulan lagi untuk melihatnya di pasaran.
    Artinya, kesan pertama yang bakal muncul dari user tergantung performa Z10. Bisa dibilang, perangkat berlayar 4,2 inci ini memiliki tugas berat untuk menaklukkan hati penggila gadget. BlackBerry tentu akan habis-habisan menyokong handset BlackBerry 10. Di sinilah mereka bakal mempertaruhkan segalanya sekaligus untuk keluar dari tekanan deretan produk Android dan iOS.
    BlackBerry Z10 tampil dengan form factor full layar sentuh. Artinya, berbeda dengan handset BlackBerry pada umumnya yang populer dengan desain keyboard qwerty. Desain yang diusung Z10 cukup elegan. Layarnya yang selebar 4,2 inci terasa pas, tak terlalu besar atau terlalu kecil. Termasuk saat dipegang, begitu mantab dalam genggaman. Hanya mungkin lebih berbobot jika dibandingkan dengan iPhone 5.
    Layar Z10 memiliki kemampuan 4 point multi touch IPS LCD display dengan resolusi 1280x768 serta 356 ppi. Meterial yang digunakan untuk menutup cover bagian belakang memang plastik. Namun lapisan luarnya menutupi bagian punggung sudah dilapisi material lain. Sehingga terasa empuk dan memiliki gradasi yang membuatnya jadi lebih bervariasi.
    Gradasi dan bahan tambahan yang dipilih tersebut cukup tepat untuk membuatnya jadi lebih keset (tidak licin) saat dipegang atau ketika ditaruh di meja atau tempat lainnya.  Bagian punggung handset juga menjadi tempat untuk menyimpan kamera 8 megapixel yang sudah dilengkapi autofokus, LED flash, 5x digital zoom, serta 1080p HD video recording. Sementara di bagian depan, kamera yang dilekatkan cukup 2 MP, 3x digital zoom, dan 720p video recording.
    Jangan lupakan pula logo BlackBerry di bagian belakang ponsel seberat 135,4 gram ini yang sengaja ditampilkan lebih besar ketimbang seri-seri sebelumnya. Tidak ada satupun tombol fisik di tampilan depan Z10, di sini cuma ada kamera, speaker, lampu LED, dan logo BlackBerry. Tombol fisik hanya dilekatkan di bagian samping kanan untuk volume dan mute (tekan dan tahan untuk voice control), serta on-off/lock di sisi atas yang bersebelahan dengan colokan audio jack.
    Z10 hadir dengan cita rasa baru dalam diri OS BlackBerry 10. Simpan jauh-jauh kenangan Anda terkait OS BB 7, 6, atau seri di bawahnya. Sebab BlackBerry 10 cukup berbeda dari OS-OS BlackBerry sebelumnya.
    Jelas secara tampilan, BlackBerry 10 menawarkan sesuatu yang segar. Hal itu bisa dirasakan saat Anda membuka kunci (unlock) ponsel ini untuk pertama kali. Yang tidak lagi dilakukan dengan cara manual (tekan tombol lock-unlock di sisi atas), melainkan disebut sebagai BlackBerry Flow.
    Caranya adalah sapukan jari Anda dari bagian bawah layar Z10 ke atas layar. Nanti akan terlihat cara membuka layar (unlock) yang cukup keren ala BlackBerry 10.  Gerakan ini juga dapat digunakan ketika Anda ingin keluar dari suatu aplikasi. Sementara gerakan sebaliknya, sapuan dari sisi atas layar ke bawah akan membuka fitur setting, koneksi WiFi, bluetooth, alarm, dan lainnya.
    Meski memiliki wajah baru, namun user interface BlackBerry 10 dapat dengan mudah dipelajari. Untuk melihat seluruh menu, tinggal sapukan jemari di layar ke arah kanan. Sementara jika disapu ke kiri layar (dari layar utama) akan muncul BlackBerry Hub. Apa itu fitur BlackBerry Hub? Nanti akan ada bahasan khusus untuk hal ini.
    Jika dulu default OS BlackBerry ada beberapa aplikasi yang dimasukkan dalam satu folder -- misalnya media, aplikasi atau instant messaging -- maka di BlackBerry 10 tidak ada lagi folder untuk pengkategorian seperti itu. Semuanya secara default dikeluarkan di daftar menu.
    Selain itu, juga ada perubahan dari aplikasi default yang ditawarkan. Seperti tidak ada lagi ditemui aplikasi 'memo', sebagai gantinya ada 'Docs To Go' untuk membuat catatan. Aplikasi anyar lainnya adalah BlackBerry Remember, Story Maker dan lainnya.
    Intinya, BlackBerry 10 menawarkan sesuatu yang menyegarkan dan cukup menarik untuk ditelusuri lebih jauh. Lantaran memiliki cita rasa berbeda ketimbang para pendahulunya. Mengusung OS baru, tentu saja Z10 hadir dengan berbagai fitur tergress. Beberapa di antaranya pun menjadi bahan promosi CEO BlackBerry Thorsten Heins saat memperkenalkan BlackBerry 10 untuk pertama kali
    Salah satunya adalah BlackBerry Hub. Ini bisa dibilang sebagai pusat kontrol berbagai notifikasi dan update yang masuk. Mulai dari BlackBerry Messenger (BBM), SMS, email, Facebook, Twitter, LinkedIn, sampai rekam jejak panggilan.
    Tujuan BlackBerry Hub adalah untuk memudahkan pengguna dalam mengecek dan mengelola arus informasi yang masuk ke akun email, media sosial, dan telepon mereka dalam satu layar. Jadi pengguna tidak perlu direpotkan untuk berpindah ke berbagai aplikasi untuk mengecek sejumlah notifikasi (email, SMS, pesan, update, dll) atau mengeksplorasi lebih jauh, cukup lewat BlackBerry Hub.
    Cara pengoperasiannya pun mudah. Ketika user menginput suatu akun (email atau media sosial) maka secara otomatis akan terdaftar di BlackBerry Hub.  Sementara untuk mengaksesnya, seperti yang telah disebutkan di awal, cukup menggeser layar ke kiri dari menu utama. Ada pula BlackBerry Balance. Ini merupakan fitur yang dihadirkan BlackBerry bagi pengguna yang ingin memisahkan urusan kantor dan personal.  Mulai dari aplikasi apa saja yang bisa di diakses di setiap mode tersebut (kantor atau personal), akses yang diperbolehkan, hingga file yang disimpan.
    Seperti diketahui, BlackBerry pada awalnya dikenal sebagai ponsel untuk orang kantoran (enterprise). Namun bukan berarti perangkat ini tak bisa untuk diandalkan untuk kesenangan pribadi. (*)


Story Maker
    Story Maker merupakan salah satu aplikasi anyar nan menarik yang patut dicoba di BlackBerry 10. Sesuai namanya, aplikasi ini terkait dengan pembuatan suatu cerita. Lebih tepatnya adalah memadukan koleksi foto atau video yang dimiliki dan diiringi dengan alunan lagu sehingga dapat merajut suatu kisah menarik dalam bentuk video.
    Caranya adalah setelah masuk ke menu Story Maker, Anda pertama-tama harus memiliki koleksi foto atau video apa saja yang ingin diinput. Bebas tak ada batasan jumlah, namun tentunya jika terlalu banyak juga malah akan jadi kurang bagus.
    Selanjutnya klik 'next' dan memilih musik pengiring. Di sini, Anda juga dipersilakan untuk menuliskan judul dan kredit dari 'kisah' yang tengah dibuat, yang nantinya akan terpampang saat pertama kali video tersebut diputar.
    Dan voila... 'story' Anda telah selesai dan bisa dilihat hasilnya. Jika kurang puas, Anda bisa mengeditnya dengan mengubah posisi file (musik dan video) atau memolesnya dengan beberapa filter yang telah disediakan.
    Ada pilihan filter chromaic, bleach bypass, black and white, vintage, retrospect, simplicity yang dapat membuat hasil karya Anda menjadi lebih artistik. Jika sudah selesai, maka file tersebut akan otomatis tersimpan (save) dalam format video.
    Dengan format full touch screen, maka Z10 memiliki akses keyboard virtual. Secara tampilan, keyboard virtual tersebut memang terkesan kaku. Namun ternyata sangat mudah diakses.  Selain tersedia fitur voice dictation, keyboard virtual di Z10 juga memiliki semacam fitur 'peramal kata'. Inilah yang paling menarik, ketika Anda coba mengetik satu huruf maka keyboard tersebut akan coba meramalkan kata yang kira-kira kita kehendaki.
    Dan kemampuan ini bersinergi dengan fitur language dictation. Jadi ia juga dapat melakukan peramalan berdasarkan suatu bahasa yang kita kehendaki. Jadi sebelumnya di menu setting, user memilih dulu bahasa apa yang ingin digunakan. Maksimal memilih tiga pilihan bahasa, dan untungnya bahasa Indonesia ada di daftar tersebut.
    Pihak BlackBerry mengklaim, kata-kata yang muncul itu akan disesuaikan dengan kata-kata yang biasa kita ketik. Dan kata yang muncul tidak selalu baku, kalau misalkan kita sering mengetik kata 'enggak' atau 'aduh', maka akan ada kemungkinan kata-kata tersebut yang sering muncul setiap kita mulai mengetik huruf 'e' untuk 'enggak' dan 'a' untuk 'aduh'.
    Intinya, fitur ini terus mempelajari kata-kata yang sering digunakan user untuk kemudian dijadikan bahan rekomendasi saat melakukan pengetikan. Untuk memilih kata-kata yang direkomendasikan ke body teks pun cukup menarik. Tinggal men-swipe atau menyapunya ke bagian atas.
    Sementara untuk urusan kamera, BlackBerry Z10 dibenamkan 8 MP di bagian belakang yang sudah dilengkapi autofokus, LED flash, 5x digital zoom, serta 1080p HD video recording. Di bagian depan, kamera yang dilekatkan cukup 2 MP, 3x digital zoom, dan 720p video recording.
    Untuk ukuran pixel memang standar untuk kalangan ponsel kelas atas. Namun ia memiliki fitur unik bernama time shift. Fitur ini bisa dibilang sebagai 'mesin waktu'. Cara kerjanya adalah, ketika mengambil gambar dengan mode time shift, selanjutnya hasil jepretan akan mendeteksi wajah pengguna.
    Jika hasilnya atau ekspresi wajah tersebut tidak sesuai harapan -- seperti sedang merem, atau sedang posisi kurang bagus lainnya -- maka fitur time shift akan memberikan rekomendasi ekspresi lain yang telah direkamnya sepersekian mili detik sesaat sebelum dan sesudah obyek tersebut direkam.
    Tinggal putar fitur time shift-nya, maka Anda akan melihat beberapa ekspresi lainnya dari wajah yang telah dipotret. Dan fitur ini bisa diterapkan di lebih dari satu wajah dalam satu frame. Cobalah, dijamin menarik!
    Selain time shift, fitur kamera BlackBerry 10 juga menyajikan sejumlah filter dengan mode lomo, antique, sepia, whiteboard, negative, watercolor, sketch, hingga black & white. Termasuk fitur standar lainnya seperti pengaturan contrast, sharpness, saturation, noise reduction serta berbagai gaya pengeditan lainnya. Namun sayang, ketika dijajal dalam kondisi gelap, kamera di Z10 kurang memiliki performa ciamik. (*)


BlackBerry Messenger
    Upgrade fitur juga muncul di fasilitas BlackBerry Messenger (BBM). Layanan instant messaging ini tak lagi tampil gitu-gitu saja. Dimana BlackBerry telah memberikan sentuhan baru pada BBM di BlackBerry 10.
    Tentunya upgrade BBM ini tak sekadar dari segi tampilan, melainkan dari sisi kebolehan yang pastinya jadi lebih canggih. Salah satu fitur yang dipuja CEO BlackBerry Thorsten Heins adalah kemampuan video chat yang bisa dilakukan via BBM.
    Tinggal pilih kontak yang ingin diajak ngobrol, dan dalam seketika kalian sudah bisa melihat wajahnya di layar BlackBerry. Fitur video chat ini bisa dilakukan lewat akses WiFi ataupun jaringan operator.  Tentunya kecepatan akses data sangat berpengaruh terhadap kelancaran video chat yang dilakukan pengguna. Kalau internetnya lelet, tetap saja percuma meski handset BlackBerry-nya keluaran terbaru.
    Terlepas dari itu, tetap saja fitur ini patut diapresiasi. Setelah sebelumnya muncul fitur BBM Voice untuk telepon-teleponan antar pengguna BlackBerry. Namun layanan ini hanya bisa dilakukan via akses WiFi.  Kembali ke BBM di BlackBerry 10, setelah video chat, fitur lain yang juga cukup menarik adalah Screen Share. Pada fitur ini, dua pengguna BBM BlackBerry 10 bisa saling sharing tampilan BlackBerry mereka.
    Dan itu bisa dikendalikan dari seorang pengguna. Jadi jika si A ingin melakukan Screen Share ke si B, maka si A diberikan akses untuk mengendalikan tampilan layar di perangkat si B. Otomatis, tanpa perlu dinavigasi, selanjutnya tampilan screen di BlackBerry si B akan berjalan sesuai keinginan si A dengan dikendalikan dari perangkat BlackBerrynya .
    BlackBerry 10 'lahir' tak sendiri, tapi dengan sokongan lebih dari 70 ribu aplikasi. Artinya, pilihan aplikasi di BlackBerry Z10 dan handlset BlackBerry 10 lainnya cukup melimpah. Martin Mallick, Vice President of Alliance & Business Development BlackBerry menyatakan, meski saat ini sudah menyentuh angka lebih dari 70 ribu aplikasi, para pengembang tak lantas berhenti menelurkan berbagai aplikasi menarik untuk BlackBerry 10.
    Martin pun memamerkan diri bahwa sejumlah aplikasi populer telah menyatakan dukungannya terhadap BlackBerry 10. Mulai dari Skype, WhatsApp, Kindle, SAP, hingga Angry Birds dipastikan akan hadir di BlackBerry 10.
    BlackBerry berharap pasar aplikasi miliknya -- BlackBerry World -- bisa menjadi one stop shop. Sebab, di app market tak cuma tersedia aplikasi mobile. Namun juga ada game, video, dan lagu.  Bagi Anda yang sering mengatakan handset BlackBerry lemot, basi, hingga tak ada inovasi, sebaiknya coba merasakan langsung BlackBerry 10, khususnya seri Z10.
    Perangkat ini memiliki gaya, fitur dan kemampuan yang cukup berbeda dibanding para pendahulunya. BlackBerry Z10 tampil elegan dari segi desain dan menarik untuk urusan kemampuan.  Tinggal menunggu berapa harga jual resmi yang dibanderol BlackBerry. Jika terlalu mahal, tentu akan membuat calon pembeli kecut.
    Kesimpulan apakah Z10 lebih baik ketimbang smartphone Android papan atas atau iPhone 5, itu dikembalikan lagi kepada masing- masing pribadi. Sulit menarik keputusan bulat, karena selera tiap orang berbeda. (*)

Spesifikasi BlackBerry Z10:
- Ukuran: 130mm x 65.6mm x 9mm
- Display: 4.2", four-point multitouch LCD display, 1280 x 768
  resolution at 356dpi, touch on lens
- Software: BlackBerry 10 OS
- Memori: 2GB RAM, 16GB Flash, hot-swappable Micro SD slot (up to 32GB)
- Processor: Dual core 1.5 GHz
- Talk time: Up to 10 hours on 3G
- Standby time: Up to 305 hours on 3G, up to 316 hours on 2G
- Audio playback: Up to 60 hours
- Video playback: Up to 11 hours
- Camera: 8MP rear-facing camera, autofocus, 5x digital zoom, 1080p
  HD video recording, 2MP front-facing camera, 3x digital zoom,  720p HD video recording
- GPS: Assisted, autonomous, and simultaneous
- Bluetooth 4.0 low energy
- WiFi: 802.11 a/b/g/n enabled, 4G mobile hotspot
- Advanced sensors: Assisted, autonomous and simultaneous GPS accelerometer, magnetometer, proximity,
   gyroscope, ambient light sensor

Sumber: detikcom
Foto:  blogs.blackberry.com

Lenovo Twist, Si Cantik Hybrid

    MUNCULNYA Windows 8 menciptakan kelas baru pada segmen notebook. Segmen yang ditempati oleh notebook dengan kemampuan layar sentuh memberikan pengalaman baru bagi pengguna. Segmen yang mulai menjadi tren tersebut tidak akan disia- siakan para produsen PC untuk menawarkan notebook hybrid andalannya.
    Disebut sebagai notebook hybrid, perangkat ini tidak hanya memiliki kelebihan layar sentuh. Layar yang diusungnya pun dapat diposisikan sedemikian rupa sehingga notebook tersebut mampu bertransformasi menjadi bak tablet PC.
    Salah satu produsen ternama yang menawarkan keunikan tersebut adalah Lenovo. Melalui sebuah produk notebook hybrid yang disebut Twist, Lenovo menonjolkan kelebihannya yang mampu tampil sebagai notebook sekaligus tablet.
    Selain itu, vendor asal Cina ini juga mengedepankan fitur-fitur andalan lainnya yang tersemat pada notebook hybrid garapannya tersebut. Keunggulan yang paling ditonjolkan pada Lenovo Twist adalah kemampuannya yang dapat bertransformasi dari bentuk notebook menjadi tablet ataupun sebaliknya.
    Pengguna hanya perlu memutar bagian layar Lenovo Twist ke arah belakang lalu meletakkannya hingga menutupi bagian keyboard. Seketika Lenovo Twist telah berubah menjadi komputer tablet. Dengan kelebihan layar yang dapat di-twist tersebut, sejatinya perangkat ini dapat bertransformasi hingga 4 mode bentuk yang mampu menyesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Yakni mode notebook, tablet, stand, dan tent.
    Tidak hanya itu, saat digunakan presentasi dengan klien misalnya, pengguna Lenovo Twist hanya perlu sedikit memutar bagian layarnya untuk menunjukan presentasinya tanpa harus kerap kali memondar-mandirkan notebook ke arah klien. Lebih efisien bukan?
    Penggunaan layar sentuh pada Lenovo Twist tentunya beresiko terhadap kemungkinan terjadinya goresan saat penggunaannya. Untuk menghindarinya, Lenovo Twist telah dibekali oleh teknologi corning gorilla glass pada permukaan layarnya.
    Dengan begitu, penggunanya tidak perlu lagi khawatir terhadap bekas goresan yang mungkin terjadi pada layar 12,5 inci berkemampuan 5-point multitouch yang diusungnya. Demi menghadirkan kemampuan mumpuni, Lenovo mempersenjatai Twist dengan prosesor Intel Core i5 3317U dengan kecepatan clock standar 1,7 GHz yang didukung kinerjanya oleh RAM DDR3 dengan kapasitas sebesar 4 GB.
    Sedangkan untuk sektor storage, Lenovo menyematkan sebuah HDD berukuran 500 GB dan sebuah SSD berukuran 24 GB. Untuk bagian layarnya dipercayakan pada layar IPS berukuran 12,5 inch berkemampuan 5-point multitouch yang mampu menampilkan resolusi HD. Selain itu, keyboard Lenovo Twist juga telah memiliki kemampuan waterproof.
    Kelebihannya yang mampu bertransformasi hingga 4 mode bentuk, membuat notebook hybrid garapan Lenovo ini mampu menyesuaikan berbagai kebutuhan penggunanya. Penggunaan balutan warna hitam matte disertai garis chrome yang melingkari bagian sisinya pun sukses membuat Twist terlihat elegan.
    Dengan berbagai kelebihan yang ditawarkan tersebut, Lenovo Twist rasanya layak dipertimbangkan. Terutama bagi pengguna dari kalangan bisnis yang membutuhkan notebook yang fleksibel saat digunakan untuk bekerja sekaligus presentasi. (*)

Spesifikasi Lenovo Twist:
- Intel Core i5 3317U
- RAM DDR3 4 GB
- Intel Graphics HD4000
- HDD 500 GB + SSD 24 GB
- Layar IPS 12,5 inch 5-point multitouch
- Speaker Stereo Dolby Home Theatre v.4
- WiFi, Gigabit Ethernet, Bluetooth 4.0
- USB 3.0, Mini DisplayPort, Mini HDMI
- 720p HD Webcam, Mic

Sumber: detiknet
Foto: tempo.co

Kamis, 07 Februari 2013

5 Aplikasi Pendeteksi Penyakit

    TREN mobile juga melanda dunia kesehatan. Teknologi baru untuk mendeteksi penyakit Parkinson menggunakan ponsel tengah dikembangkan melalui The Parkinson's Voice Initiative, sebuah proyek untuk membantu para penderita Parkinson.
    Proyek tersebut dirintis oleh seorang ilmuwan Matematika dari University of Oxford, Inggris, bernama Max Little. Dia mengembangkan sebuah algoritma untuk mendeteksi kelainan suara yang dapat membantu mendeteksi Parkinson.
    Parkinson adalah penyakit syaraf degeneratif yang umumnya menyerang orang-orang berusia di atas 50 tahun. Penyakit ini diberi nama sesuai dengan nama penemunya pada tahun 1817, yakni Dr. James Parkinson. Para penderita Parkinson kesulitan untuk bergerak karena mengalami kekakuan otot. Beberapa dari mereka bahkan juga mengalami kepikunan.
    Gejala penyakit ini terkadang sulit dikenali karena berkembang secara sama dan perlahan. Kebanyakan penderita, misalnya, mulai merasakan gemetar pada beberapa bagian tubuhnya ketika mereka sedang kelelahan.
    Max Little dan timnya telah menguji aplikasi buatan mereka, sekaligus untuk mendeteksi suara orang-orang yang menderita Parkinson. Tingkat akurasi yang diperoleh, menurut Little, cukup tinggi, yakni sebesar 86 persen. Saat ini, mereka tengah menganalisa 10.000 sampel suara yang berhasil dikumpulkan melalui jaringan telepon.
    Di tempat lain, beragam aplikasi mobile juga dikembangkan untuk mendeteksi penyakit. The Wall Street Journal melaporkan, para peneliti dari University of Pittsburgh Medical Center tengah menguji 4 aplikasi untuk menganalisis ratusan gambar tahi lalat dan bercak hitam, yang sebelumnya sudah diperiksa oleh ahli penyakit kulit.
    Aplikasi terbaik mampu mendeteksi penyakit kulit, termasuk kanker kulit, dengan tingkat akurasi hingga 98 persen. Sementara aplikasi yang paling payah hanya memiliki tingkat akurasi 6,8 persen. Sayangnya, riset yang dilakukan oleh para peneliti ini tidak menyebutkan nama-nama aplikasi yang mereka uji.
    Sebelumnya, ada pula aplikasi mobile lainnya yang dibuat untuk mendeteksi penyakit pada paru-paru. Aplikasi bernama SpiroSmart dikembangkan oleh para peneliti di University of Washington. SpiroSmart bekerja dengan menganalisis suara napas penggunanya.
    Selain mengembangkan aplikasi khusus, para peneliti dan ilmuwan juga memanfaatkan aplikasi yang telah ada untuk mendeteksi penyakit. Salah satunya adalah Twitter. Media sosial ini dimanfaatkan oleh para peneliti dan ilmuwan komputer dari Johns Hopkins University untuk mendeteksi kasus influenza di Amerika Serikat. Mereka mengumpulkan kicauan-kicauan tetang flu dari para pengguna Twitter untuk memetakan lokasi yang terjangkit epidemi flu.
    Di Indonesia, aplikasi mobile untuk mendeteksi penyakit sebenarnya juga pernah dikembangkan. Contohnya, MOSES, singkatan dari "Malarian Obervation System and Endemic Surveliance". Aplikasi itu diciptakan oleh tim mahasiswa Institut Teknologi Bandung untuk mendiagnosis penyakit Malaria. Aplikasi tersebut terpilih menjadi juara pertama pada kategori Mobile Device Award, dalam kompetisi Imagine Cup 2009 yang digelar oleh Microsoft Corp.
    Pada dasarnya, tren masa depan mengarah ke dunia mobile. Beragam aplikasi kesehatan yang kini dikembangkan bertujuan untuk membantu manusia mendeteksi penyakit dan peduli terhadap lingkungannya.
    Sebelum dapat digunakan oleh orang banyak, tentunya perlu ada riset yang serius dan komprehensif terhadap aplikasi tersebut dan penyakit yang berhubungan. Tetapi perlu diingat, sehebat apapun sebuah aplikasi dalam mendeteksi penyakit, aplikasi itu tidak dikembangkan untuk menggantikan peran dokter. (*)

Sumber: kompascom
Foto: theverge.com

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Facebook Themes